Wednesday, March 21, 2012

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A. LATAR BELAKANG
Perjalanan bangsa Indonesia dari sebelum penjajahan hingga sekarang, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda dan ditanggapi berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan dengan dilandasi jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan sehingga menimbulkan kekuatan yang mendorong terbentuknya NKRI di Nusantara. Semangat juang bangsa dalam meraih kemerdekaan harus dipertahankan dan dimiliki oleh setiap warga Indonesia.
Namun kini, semangat tersebut telah luntur akibat pengaruh globalisasi yang membuat dunia menjadi transparan. Pada masa perjuangan fisik, kekuatan yang dasyat terlahir karena kekuatan mental para pejuang bangsa. Untuk masa sekarang dan masa depan, diperlukan juga perjuangan non fisik sesuai dengan profesi melalui Pendidikan Kewarganegaraan.

B. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN
Dapat mengantisipasi masa depan yang selalu berubah dengan memiliki wawasan kesadaraan bernegara dan bela negara, serta berpola pikir, sikap, dan tindak yang cinta tanah air demi utuhnya Indonesia. Setiap warga negara Indonesia harus menguasai IPTEK dan seni untuk menumbuhkan wawasan negara.
Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk meningkatkan kualiatas bangsa Indonesia dengan mental yang cerdas dan penuh rasa tanggung jawab.Kompetensi lulusan pendidikan kewarganegaraan adalah seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab dari seorang warga negara terhadap negaranya.

C. PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN TENTANG BANGSA DAN NEGARA
  • Bangsa = sekelompok manusia yang mendiami satu wilayah yang sama dan terikat dengan kesatuan bahasa
  • Negara = organisasi dari sekelompok/beberapa kelompok manusia yang mendiami satu wilayah dan mengetahui adanya satu pemerintahan.
Teori Terbentuknya Negara: Teori Hukum Alam, Ketuhanan, dan Perjanjian
Unsur Negara : Konstitutuf dan Deklaratif
Bentuk Negara : Kesatuan dan Serikat

D. NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM SISTEM KENEGARAAN DI INDONESIA
1. Proses Bangsa yang Menegara
  • Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
  • Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan
  • Keadaan bernegara yang nilai-nilai dasarnya adalah merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur
2. Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara
  •  Memahami, mengetahui, dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
  • Tanggung jawab warga negara adalah pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta berani menanggung akibat dari pelaksanaannya.
  • Ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan negara.
E. PEMAHAMAN TENTANG DEMOKRASI
  • Demokrasi adalah bentuk kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
  • 2 Bentuk Demorasi : Monarki dan Republik
  • Teori Trias Politica (Montesque) : Badan Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif
Klasifikasi Sistem Pemerintahan :
  •  Sistem Kepartaian : Multi partai, dua partai, dan satu partai
  • Sistem pengisisan jabatan pemegang kekuasaan negara
  • Hubungan antar pemegang kekuasaan negara
F. PRINSIP DASAR PEMERINTAHAN RI
  • Prinsip dasar negara RI yang tercantum dalam UUD'45 adalah Indonesia berdasar atas hukum dan sistem konstitusi, kekuasaan negara tertinggi di MPR, Presiden penyelenggara pemerintahan tertinggi di bawah MPR, Presiden dan menteri tidak brtanggung jawab terhadap DPR, menteri adalah pembantu Presiden, dan kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
  • Presiden dibantu oleh (tugas dan fungsi) : Departemen beserta aparatnya, Lembaga pemerintahan bukan departemen, dan BUMN.
  • Pembantu presiden (wilayah dan tingkat pemerintahan) : Pemerintah Pusat, Wilayah, dan Daerah.
  • Demokrasi Indonesia adalah sistem pemerintahan berdasarkan kedaulatan rakyat dengan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan masalah.
G. PEMAHAMAN TENTANG HAK ASASI MANUSIA
Dalam Universal Declaration of Human Rights No. 217A (III),10 Desember 1948 terdapat pertimbangan-pertimbangan :
  • Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama.
  • Kebebasan berbicara, beragama, dari rasa takut, dan kekurangan.
  • Hak-hak manusia perlu dilindungi oleh hukum.
  • Persahabatan antar negara dianjurkan.
  • Anggota PBB telah memberikan penghargaan terhadap HAM.
  • Negara anggota berjanji akan memperbaiki penghargaan terhadap pelaksanaan HAM dan kebebasan bekerja sama.
  • Arti hak dan kebebasan sangat penting untuk terlaksananya janji.
H. KERANGKA DASAR KEHIDUPAN NASIONAL
  • Sila-sila dalam Pancasila merupakan falsafah dan cita-cita bangsa.
  • Pancasila merupakan landasan Idealisme karena sila-silanya merupakan kebenaran yang harus diwujudkan.
I. LANDASAN HUBUNGAN UUD'45 DAN NKRI
  • Cita-cita bangsa terdapat pada Pembukaan UUD'45.
  • Terbentuknya UUD'45 pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI sehingga resmi terbentuk NKRI dan UUD'45 merupakan landasan konstitusinya.
  • UUD'45 mewadahi perbedaan pendapat.
  • Tata cara penyampaian pikiran warga negara diatur dalam UUD'45.
J. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA
  • Pada orde lama (1945-1965) terbentuk organisasi perlawanan rakyat tingkat desa (OKD) dan sekolah (OKS) sebagai hasil dari UU tentang PPRR No.29 th 1954.
  • Periode orde baru (1965-1998) adanya penyelenggaraan pendidikan pendahuluan bela negara dari TK.
  • Periode reformasi (1998-sekarang) keluar UU No20 th 2003 yang mengatur kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan.
  • Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi meliputi : Wawasan Nusantara, Ketahana Nasional, Politik, dan Strategi Nasional.

Saturday, January 7, 2012

Solar Cel, Nano Technology,...... What Else?

Mahasiswa Master Universitas Osaka, Jepang Bidang Nanoteknologi, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Osaka-Nara (PPI-ON) Jepang

Apakah negara kita sudah mulai sadar akan krisis energi yang mengancam keterlangsungan kehidupan ini? Pertanyaan itu harus muncul dan ada di setiap pikiran mayarakat Indonesia. Sepertinya slogan dan semboyan hemat energi di negara kita sudah tidak kurang-kurangnya didengung-dengungkan. Baik melalui spanduk, papan reklame atau bahkan acara-acara promosi di media massa seperti koran dan televisi. Tetapi kalau melihat kondisi kenyataan kehidupan sehari-hari sepertinya perilaku kita masih jauh dari sadar apalagi peduli terhadap krisis energi ini.

Contoh sederhana adalah semakin meningkatnya tingkat penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi massal yang handal dan baik. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya, selain memberikan dampak kemacetan yang berujung kepada pemborosan waktu kerja efektif juga memberikan dampak luar biasa terhadap cadangan energi berupa bahan bakar solar dan premium di pasaran.

Ketika setiap keluarga atau bahkan anggota keluarga memiliki satu buah kendaraan dapat dibayangkan betapa besar konsumsi bahan bakar per harinya jika dibandingkan dengan angkutan massal semisal kereta api yang dengan satu armada dapat mengangkut banyak orang dengan waktu yang sama. Prilaku ini kemudian diperparah dengan masih merajalelanya tingkat penebangan hutan secara liar tanpa memperhatikan usaha penghijauan dan reboisasi.

Sumber energi berupa kayu pun tengah berada pada krisis yg mengerikan. Belum lagi pencemaran sumber air bersih menjadi masalah yang belum terselesaikan dalam agenda pembangunan nasional. Padahal negara-negara di sekitar garis khatulistiwa termasuk Indonesia merupakan produsen terbesar kayu dunia, bisa dibayangkan jika sumber cadangan kayu utama dunia saja sudah terancam habis apa yang bisa diharapkan untuk menyambung keterlangsungan hidup.

Saat ini banyak negara di dunia yang sudah mulai sadar dan khawatir akan krisis energi yang mengerikan ini. Sehingga tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dua hal utama yaitu gerakan penghematan energi dan program penemuan sumber energi baru. Dua program besar inilah saat ini menjadi perhatian besar bagi beberapa Negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman dan lain-lain.

Dalam usaha penghematan energi negara Jepang dapat menjadi prototipe dan contoh bagi negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Beberapa prilaku yang mencerminkan kesadaran akan hemat energi terlihat bukan hanya dalam sikap tetapi juga dalam pola pikir masyarakatnya. Mereka sangat concern terhadap pemasalahan energi ini. Gerakan hemat listrik, hemat air, hemat bahan baku tidak hanya menghiasi layar televisi tetapi sudah mampu dicerna dan diserap oleh masyarakat yang kemudian menjadi dasar mereka untuk bertindak.

Program penanaman kesadaran ini ternyata menjadi salah satu titik berat kurikulum pendidikan dari tingkat yang paling bawah. Bagaimana siswa ditanamkan dan dicontohkan cara berhemat listrik, cinta kebersihan, menyayangi lingkungan dan lain lain. Usaha edukasi ini ternyata berhasil meresap dan menjiwai mereka walaupun telah menjadi dewasa bahkan ketika telah beranjak tua. Sehingga, pendidikan sejak dini, penanaman kesadaran sangat penting untuk memulai program besar tersebut. Kemudian akhir-akhir ini masyarakat Jepang diilhami dengan moto baru "eco, eco, eco".

Teknologi ramah lingkungan kini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh Jepang, dari hal yang paling sederhana semisal kantung plastik diganti dengan kantung ramah lingkungan yang bisa dipakai berulang kali sampai dengan teknologi kelas tinggi semisal nanoteknologi. Slogan itu kini dapat ditemui di hampir seluruh bidang kehidupan. Industri otomotif semisal teknologi mobil hybrid yang merupakan perpaduan penggunaan bahan bakar minyak dan baterai yang sudah berhasil dikembangkan salah satunya oleh perusahaan raksasa Honda, juga teknologi mesin mobil yang otomatis bisa berhenti ketika berada di lampu merah juga telah berhasil diciptakan oleh Mazda.

Pengembangan teknologi yang merupakan ciri khas negara Jepang menjadi salah satu solusi antisipasi dan penanganan permasalahan krisis energi dunia. Tidak hanya itu saja pengembangan teknologi nano yang konon kabarnya merupakan pionir revolusi industri di masa depan juga gencar dan santer mejadi fokus Jepang. Taknologi nano merupakan salah satu terobosan penting dunia yang pada hakikatnya adalah eksplorasi dunia bawah selevel nano. Semboyan ini pertama kali tercetus oleh seorang ilmuwan bernama Richard Feynman yang terkenal dengan kata-katanya, "there is plenty room at the bottom".
 
Pengembangan teknologi nano selain bertujuan untuk mensukseskan penghematan besar-besaran juga untuk usaha penemuan energi baru yang belum terpikirkan manusia sebelumnya. Teknologi nano salah satunya dapat mudah dipahami dengan istilah miniaturisasi teknologi. Kaitannya dengan hemat energi, teknologi ini sudah dengan mudah bisa menjawab bahwa dengan semakin kecil sebuah bahan dibuat semakin kecil pula konsumsi energi yang diperlukan.
Pengambangan teknologi nano kini telah diterapkan ke berbagai teknologi yang sudah tersedia, seperti teknologi IC (integrated circuit), semikonduktor, mesin-mesin atau bahkan industri berat dan otomotif. Salah satu keberhasilan teknologi nano dapat dirasakan pada miniaturiasi televisi. Pada awal munculnya TV masih berupa tabung yang sangat besar, kemudian sterlah ditemukan teknologi CRT (cathode ray tube) dimensinya berubah drastis menjadi cukup kecil, setelah itu ketika teknologi layar plasma mulai ditemukan, tabung televisi yang biasanya berada di bagian belakang TV bisa direduksi dan ukurannya pun kian kecil dan ramping.

Akhir-akhir ini teknologi layar organik juga telah berhasil ditemukan walaupun belum diproduksi secara massal tetapi layar TV yang tebalnya kurang lebih setebal plastik telah berhasil ditemukan dan siap dinikmati beberapa waktu ke depan. Terobosan luar biasa ini diprediksikan akan menjadi salah satu solusi permasalahan krisis energi dunia. Penelitian-penelitian di bidang nano memang masih terpusat di beberapa negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman, Spanyol, dan juga Turki.

Di samping memerlukan biaya yang tidak kecil teknologi ini juga memerlukan dasar yang kuat untuk teknologi di level mikronya. Di Indonesia, perkembangan teknologi nano ini tidak sepesat dan seintensif seperti di negara-negara maju. Keterbatasan dana dan juga sumber daya manusia yang menggeluti dunia nano ini menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya teknologi ini di tanah air.

Selain itu, tekonologi-teknologi lain seperti biomassa, sel solar dan lain-lain merupakan salah satu implikasi ditemukannya sumber energi baru dunia. Sebagai negara agraris Indonesia menjadi negara yang sangat potensial dalam pengembangan teknologi biomassa ini. Bahan bakar bio-mass diperoleh dari pengolahan sumber-sumber energi organik sepertii jagung, ketela, pohon jarak, gandum dan lain-lain. Walaupun belum terbukti secara jelas tekonologi biomassa mampu menjadi alternatif sumber energi baru tetapi setidaknya pengembangan teknologi ini memberikan sedikit harapan ditemukannya sumber energi alternatif.

Di teknologi sel solar, Jepang telah berhasil mengembangkan teknologi ini dan juga menerapkan di berbagai kehidupan seperti ponsel sel solar, kemudian sumber energi listrik untuk titik-titik service area di jalan tol, penerangan lampu jalanan, dan lain-lain. Tetapi sepertinya teknologi sel solar diprediksi kurang mampu menjadi alternatif sumber energi massal dunia, sehingga teknologi ini diarahkan kepada beberapa sektor yang tidak memerlukan banyak energi, seperti service area (tempat peristirahatan) di jalan tol, rumah-rumah pribadi dan lain lain.

Teknologi ini lebih tepatnya menjadi pendukung ditemukannya sumber energi massal lainnya yang lebih andal dan dapat diproduksi secara besar-besaran.

Gerakan hemat energi dan juga semangat penemuan sumber energi baru harus menjadi agenda penting pembangunan ke depan. Tugas penyelamatan bumi dari krisis energi menjadi tanggung jawab semua manusia yang berada di muka bumi ini, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara sumber energi dunia.