Thursday, July 3, 2014

Sejarah Kawasan Museum Bahari

1.1. Tentang Museum Bahari 
Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda  Kelapa. Museum adalah salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Museum Bahari adalah museum yang menampilkan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Museum bersejarah ini berdiri di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara, menghadap ke Teluk Jakarta.
File:Abandon sampan.jpg
Museum Bahari, Indonesia



1.2. Sejarah Kawasan Museum Bahari
Pada masa pendudukan Belanda bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaranEropa. Bangunan yang berdiri persis di samping muara Ciliwung ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771) dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. Gedung ini awalnya digunakan untuk menyimpan barang dagangan utama VOC di Nusantara, yaitu rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil.

Berkas:Panoramasyahbandar hariadhi.jpg
gambar panorama Museum Bahari
Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976, bangunan cagar budaya ini dipugar kembali, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan Bangunan berlantai tiga diresmikan menjadi Museum Bahari pada 7 Pada masa pendudukan Belanda bangunan ini dulunya adalah gudang Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai Museum Bahari. 

1.3. Koleksi
Museum ini berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara . Jam kunjung museum adalah 09.00 - 15.00 WIB, dari Selasa hingga Minggu. Pada hari libur sekolah, museum tetap dibuka.
Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga peralatan yang digunakan oleh pelaut di masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.
interior Museum Bahari


Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara. Museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksikartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.
Berkas:PinisiReplika Hariadhi.jpg
 Replika kapal pinisi, salah satu koleksi Museum Bahari

source :

Tuesday, October 22, 2013

Organisasi IAI (Ikatan Arsitek Indonesia)


IAI adalah singkatan dari Ikatan Arsitek Indonesia. Didirikan di Bandung pada tanggal 17 September 1959 oleh tiga orang arsitek senior yaitu arsitek F.Silaban, arsitek Mohammad Soesilo, dan arsitek Lim Bwan Tjie, serta 18 arsitek muda lulusan pertama Jurusan Arsitektur ITB tahun 1958 dan tahun 1959.  Tujuan, cita-cita, konsep Anggaran Dasar dan dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni tertuang dalam dokumen pendirian berjudul “Menuju Dunia Arsitektur Indonesia yang Sehat”. 

IAI DKI Jakarta berdiri secara resmi pada tanggal 4 Februari 1969 dan menetapkan arsitek Hatmadi Pinandoyo sebagai Ketua dan arsitek Azhar sebagai Sekretaris. Pada Kongres pertama IAI yang di selenggarakan Pengurus Nasional IAI dan IAI DKI Jakarta sebagai panitia pelaksana. Kongres yang diadakan di Gedung Budi Utomo (ex Stovia) di Jakarta yang historis, akhirnya memilih arsitek Darmawan Prawirohardjo sebegai Ketua Umum Pengurus Nasional IAI. Kemudian kantor pusat IAI di Bandung secara resmi pindah ke Jakarta pada tahun 1974.


Kini di usianya yang ke-48, IAI telah beranggotakan lebih dari 11.000 arsitek yang terdaftar melalui 27 kepengurusan daerah dan 2 kepengurusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan kepengurusan daerah termuda di Nusa Tenggara Timur yang dideklarasikan pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu.

IAI aktif dalam kegiatan internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA (Architects Regional Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union Internationale des Architectes) sejak tahun 1974, serta AAPH (Asean Association Planning and Housing) di mana IAI merupakan salah satu pendirinya. 
Di dalam negeri pun selain bermitra dengan pemerintah, IAI tetap aktif bergaul dengan asosiasi profesi lain, seperti melalui keanggotaan dalam Lembaga Pegembangan Jasa Konstruksi dan Forum Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi.

PERKEMBANGAN
04 Februari 1969 : 
IAI Cabang Jakarta secara resmi dinyatakan sebagai cabang dengan Ketua Terpilih Ir.Hadmadi P,IAI

17 Februari 1986 : 
Rapat Anggota resmi pertama kali di ged.LPPI Bank Indonesia, Kemang Jakarta dan menetapkan Ir.Irawan Maryono sebagai Ketua DKI Jakarta.

23 Maret 1987 :
Musyawarah Daerah (MUSDA ke I) di ged.Krida Bhakti, Jl.Veteran Jakarta.
Ir.Irawan Maryono terpilih sebagai Ketua IAI DKI Jakarta

17 Maret 1990 :
MUSDA ke II di ged.Jakarta Design Center, Slipi Jakarta. Pada Musda ke II ini terpilih Ir.Suntana S Djatnika,IAI sebagai Ketua IAI DKI Jakarta.

22 Agustus 1992 :
Keberhasilan Ir.Suntana S Djatnika,IAI dan seluruh pengurusnya membesarkan IAI DKI Jakarta membuatnya terpilih kembali sebagai Ketua pada MUSDA ke III yang diselenggarakan di ged.Jakarta Design Center, Slipi Jakarta.

03 September 1994 :
Pada kesempatan Musyawarah Nasional (MUNAS ke VII) tanggal 18 September 1993, Ir.Suntana S Djatnika,IAI berhasil terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional, sehingga menjadikannya mememang dua mandat Ketua sekaligus.

Oleh karena itu diselenggarakan MUSDA Luar Biasa (MUSDA ke IV) di Hotel Indonesia, Jakarta dan terpilih Ir.Endy Subijono, IAI sebagai Ketua IAI DKI Jakarta untuk periode kepengurusan tahun 1994-1997.

22 November 1997 :
Dipl.Ing Eddy W.Utoyo,IAI terpilih sebagai Ketua IAI DKI Jakarta untuk periode kepengurusan tahun 1997-2000, melalui MUSDA ke V yang diselenggarakan di ged.Jakarta Design Center, Slipi Jakarta.

04 November 2000 :
Diselenggarakan MUSDA ke VI di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta dan memilih Ir.Bambang Eryudhawan, IAI sebagai Ketua Terpilih.

13 Desember 2003 :
Ir.Bambang Eryudhawan,IAI terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua IAI DKI Jakarta pada MUSDA ke VII yang diselenggarakan di ged.Jakarta Design Center, Slipi Jakarta.

16 Desember 2006 :
Ahmad Djuhara, IAI terpilih sebagai ketua IAI DKI Jakarta untuk periode kepengurusan 2006-2009 melalui MUSDA ke VIII yang diselenggarakan di Manhattan Hotel,Jakarta.

22 November 2009 :
Pada MUSDA ke IX di Hotel Kempinski Jakarta, Her Pramtama,IAI terpilih sebagai Ketua IAI Jakarta.

VISI & MISI IAI
V I S I
- Progresif menghadapi tantangan, tuntutan dan dinamika dalam organisasi dan arsitektur.
- Proaktif menjalin kerjasama lintas Organisasi, Swasta, Asosiasi dan Pemerintah.
- Profesional menjalani kegiatan organisasi dengan sistematis, pragmatis dan efektif.

M I S I
- Restrukturisasi tata kelola organisasi melalui prinsip perencanaan, akuntabilitas dan transparan.
- Optimalisasi potensi anggota dalam rangka regenerasi dan kaderisasi organisasi.
- Penyelenggaraan praktik arsitek yang tertib dan bertanggung jawab.
- Peningkatan kompetensi arsitek dalam rangka menciptakan nilai arsitektur yang berkualitas.

- Kesetaraan dan kesejawatan dalam membangun kota yang berkelanjutan.

TUJUAN
Arsitektur merupakan perpaduan antara Seni dan Teknologi, keduanya selalu mengalami perubahan, kemajuan dan pengembangan. Agar dapat menjamin peningakatan kompetensi secara terus menerus, maka para arsitek diwajibkan melakukan proses belajar seumur hidup untuk dapat menjaga, memelihara, meningkatkan dan menambah pengetahuan dan keterampilan. Dan IAI menjadi salah satu tempat untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan arsitektur terkini.

MANFAAT menjadi anggota IAI
Menurut penulis, manfaat yang didapatkan dengan mengikuti organisasi IAI adalah agar memiliki surat keprofesian arsitek (SKA) agar dapat membangun proyek-proyek yang dijalankan oleh pemerintah. Selain itu dapat menjalin hubungan dengan organisasi arsitek lain di luar negeri dan memperbanyak channel untuk mendapatkan proyek.


source :

Thursday, February 14, 2013

Dampak Usaha di Indonesia terhadap Lingkungan

Berbagai macam kegiatan dan atau usaha yang ada dan tengah berlangsung di Indonesia ini masing-masing memiliki dampak tersendiri bagi lingkungan disekitarnya. Jika dampaknya itu poditif ya tidak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika dampak itu bernilai negatif.

Banyak pabrik yang tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan oleh limbahnya terhadap lingkungan. Asap yang sangat membuat polusi di udara. Limbah minyak yang mencemari air. Akibatnya lingkungan di sekitarnya menjadi tidak sehat. Dan pabrik-pabrik tersebut seakan tidak peduli dengan semua itu. Terus saja ia merusak lingkungan. Seharusnya pabrik-pabrik itu memilki tempat tersendiri untuk mengolah limbah ynag dihasilkan sebelum dibuang ke riol kota.

Alangkah baiknya jika ingin membuka usaha, dipertimbangkan dulu dampaknya terhadap lingkungan seperti apa dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Perencanaan Pembangunan di Indonesia

Perencanaan pembangunan di Indonesia memiliki peta sendiri, seperti yang sudah dibahas dalam posting-posting sebelumnya, yaitu peta peruntukkan atau yang biasa disebut RTRW. Seharusnya planing untuk masa mendatang sesuai dengan yang tertera disana.

Ya menurut saya Indonesia ini belum konsisten dalam menerapkan perencanaan pembangunan, karena masih banyak pembangunan yang terjadi di Indonesia tidak sesuai dengan RTRW. Akibatnya kita-kita juga yang merasakan akibatnya. Seperti banjir yang serng menimpa kawasan jakarta ketika musim hujan tiba. Semua ini diakibatkan lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air, namun malah didirikan bangunan di atasnya. Ya jelas... banjir melanda karna kurangnya resapan air. Air tumpah ruah ke jalan dan mencari dataran rendah sebagai tempat untuk singgah ketika tempatnya penuh terisi oleh kawanannya.

Jadi jangan sepelekan peta RTRW kawan, bisa berakibat fatal.

BURUH DI INDONESIA

Buruh juga manusia. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan status buruh yang sebenarnya. Buruh sama seperti kita, punya tenaga yang terbatas dan yang pasti adalah memiliki rasa lelah. Namun di Indonesia, sering saya menemukan buruh tetap bekerja pada hari-hari raya atau bekerja melebihi waktu jam kerja yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Padahal buruh dilindungi oleh undang-undang. Buruh seharusnya bekerja selama 7 jam sehari dan tiap minggunya harus punya waktu libur sehari minimal. Dan masih banyak lagi.

Pada prakteknya, berbeda dengan apa yang tertera dalam undang-undang. Oleh karena itu, tak jarang kita menemukan para buruh berbondong-bondong berdemo menuntut kenaikan upahnya. Ya wajar saja sih agar sebanding dengan capeknya pekerjaan mereka... toh kenyataannya dikasih hati minta jantung, alias ngelunjak.

PHK pada perusahaan swasta di Indonesia

Kerap kali terjadi pemutusan hubungan kerja pada perusahaan swasta. Alasannya banyak, ada yang mengalami kemunduran sehingga harus mengurangi jumlah pekerja, ada yang gulung tikar, dan ada yang mem-PHK karyawannya dikarenakan masalah pribadi. Kasus seperti pada point yang terakhir mungkin terasa familiar di telinga kita.

Ya, seharusnya tidak ada yang melakukan tersebut. Hal tersebut sungguh tidak professional. Semua orang harus professional dalam bekerja. Tidak boleh mencampur adukan masalah internal dengan pekerjaan. Namun pada prakteknya, banyak yang semena-mena terhadap karyawannya karna sedang merasa di atas angin.

Hal ini jelas sangat bertentangan dengan Undang-undang karena sang pemimpin telah menghilangkan kesempatan kerja yang seharusnya didapatkan karyawan tersebut karna keahlian yang dimiliknya. Namun kesempatan itu hilang begitu saja hanya karna masalaha pribadi. yah manusiawi sajalah, semua manusia kan memang tak luput dari kesalahan karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

UNDANG-UNDANG DI INDONESIA

Undang-undang di Indonesia merupakan salah satu landasan hukum yang mengikat. Seluruh rakyat Indonesia terikat dengan semua aturan yang tercantum di dalam undang-undang. Banyak rakyat yang terjerat sampai ke meja hijau, bahkan sampai menginap di hotel prodeo. Bukan hanya rakyat biasa saja, namun tak jarang dari kalangan tokoh masyarakat pun ikut terjerat.

Anehnya dari berjuta macam kasus yang menyangkut undang-undang yang terjadi di Indonesia ini, semua menjatuhkan rakyat miskin. Maksudnya, saat yang terkena kasus melanggar undang-undang adalah rakyat biasa, para penegak hukum dengan lantangnya menjatuhkan hukuman yang semena-mena atau yang tidak sesuai dengan kesalahan yang telah dilakukannya. Sedangkan para tokoh masyarakat yang melanggar undang-undang dikenakan sanksi yang sangat ringan bila dibandingkan dengan kesalahan yang telah diperbuat.

Kalau seperti ini, seperti ada udang dibalik batu. Entahlah.........