Monday, October 11, 2010

Rumah Panggung Kayu dan Modern



 Arsitektur yang ekologis akan tercipta apabila dalam proses berarsitektur menggunakan pendekatan desain yang ekologis (alam sebagai basis desain). Proses pendekatan desain arsitektur yang menggabungkan alam dengan teknologi, menggunakan alam sebagai basis design, strategi konservasi, perbaikan lingkungan, dan bisa diterapkan pada semua tingkatan dan skala untuk menghasilkan suatu bentuk bangunan, landscape, pemukiman dan kota yang menerapkan teknologi dalam perancangannya. Perwujudan dari desain ekologi arsitektur adalah bangunan yang berwawasan lingkungan yang sering disebut dengan green building. Hal ini erat kaitannya dengan konsep arsitektur hijau yang merupakan bagian dari arsitektur berkelanjutan. Kita harus mengakui bahwa benar-benar pandai dan sangat tepat sistem bangunan perumahan para nenek moyang dan saudara kita yang masih hidup ditepi hutan .Mereka memilih rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu . Lantai rumah dibuat tinggi dari permukaan tanah, untuk keamanan dari hewan buas dan kesehatan terhadap kelembaban tinggi. Untuk itu di Indonesia yang serba lembab, rumah panggung merupakan penyelesaian yang paling bertanggungjawab. Konstruksi yang khas di daerah tropis lembab adalah konstruksi yang ringan dan terbuka. Penurunan temperatur pada malam hari sangat sedikit, sehingga diutamakan pemakaian bahan bangunan dan konstruksi yang ringan. Rumah kayu panggung ini telah menerapkan konsep tersebut dengan konstruksi yang ringan dengan bahan kayu yang dapat dibongkar pasang.

Biasanya material rumah dibuat di worksliop. Lalu rumah dirakit di tanah lapang sampai berdiri sempurna. Selanjutnya, rumah dibongkar lagi untuk dipindahkan dan dirakit kembali di lokasi pembeli. Kebanyakan kayu yang digunakan panjangnya 4-6 meter, sehingga tidak bisa dihindari sambungan untuk kayu yang dipotong kurang dari 4 meter. Untuk memperkuat sambungan, digunakan paku, baut, pen kayu, atau bambu. Sesuai namanya, rumah knockdown dapat dibongkar pasang untuk dipindahkan beberapa kali. Dengan tukang kayu dan teknik khusus, kerusakan akibat bongkar pasang itu masih bisa diperbaiki.
Daya tahan rumah panggung dari kayu rupanya tak kalah dari rumah batu bata modern. Berdasarkan pengalaman, rumah-rumah yang telah dibuat tukang di kampung bisa tahan sampai 20 tahun. Tapi, kerusakan di beberapa bagian kecil bisa saja terjadi. Untuk itu, perlu dilakukan perbaikan atau penggantian sesuai kerusakan.

Layaknya hunian, rumah panggung ini dapat diisi beragam furnitur. Untuk perabotan interior rumah yang standar, semuanya bisa dipasang di dalam rumah kayu knockdmvn ini. Proses pengerjaan rumah panggung memang mengikuti cara-cara turun temurup yang diwariskan nenek moyang. Termasuk pemilihan jenis kayu bahan bakunya. Nyatanya, rumah panggung ini bukan saja alternatif hunian berupa kerajinan tradisional yang bertampilan etnik dan tradisional, tapi juga bukti kearifan lokal nenek moyang yang layak dilestarikan.

Sampai saat ini, tentunya banyak yang mengenal rumah panggung, ya rumah yang berbentuk seperti panggung. Namun, rumah jenis tersebut kebanyakan dijumpai di desa-desa. Bagaimana jika rumah tersebut diadaptasikan ke kota? Tentu akan menjadi oase menarik di tengah bangunan beton di sekitarnya.

Dari depan, rumah panggung ini tampak tertutupi setengahnya oleh pagar dinding yang dibuat dengan model etnik. Dibangun rumah kayu model panggung tersebut agar tampak etnik dan menjadi pemuas kerinduan akan kampung halaman. Di area depan rumah panggung memakai dari bahan kayu sedangkan area belakang, memakai material dinding batu bata.

Untuk mendukung suasana rumah panggung yang terbuat dari kayu, rumah ini menggunakan perabotan serba kayu. Semua perabotan juga berada dalam satu tema, coklat, warna yang memang sangat umum untuk perabotan dari kayu.

Kegiatan utama dilakukan di lantai atas. Konsep bertinggal seperti ini umurnya sudah tua sekali. Pada rumah panggung modern, bagaimana konsep rumah panggung tradisional diterjemahkan dalam bangunan modern.

Seperti rumah pada umumya, sebelum memasuki ruang tamu/keluarga, terdapat teras yang terbuka dan asri (di lantai atas). Ruang-ruang yang ada di lantai atas adalah ruang tamu/keluarga, ruang makan, ruang tidur, dan kamar mandi. Lantai bawah dimanfaatkan untuk ruang servis, garasi, kamar anak, dan ruang makan. Bedanya dengan rumah tradisional, yakni melakukan kegiatan memasak di lantai atas. Di rumah panggung modern ini, dapur diletakkan di bawah untuk alasan keamanan. Jadi tidak boleh ada api di lantai atas.

Konstruksi panggung adalah warisan budaya dalam membuat bangunan dari nenek moyang kita. Tengoklah rumah tradisional di Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi, rata-rata berupa rumah panggung. Konstruksi yang “diangkat ke atas” seperti ini menuntut penggunaan struktur yang ringan. Oleh karena itu, dipilih besi hollow sebagai kolom dan balok utama dengan bentang maksimal 5 m dan sambungan antarbesinya dilas. Paling baik sebenarnya adalah sambungan dengan baut. Sebab sambungan dengan baut membuat konstruksi tidak kaku sehingga apabila terjadi gempa, bangunan tidak akan rubuh, tapi mengikuti arah gerakan. Sedangkan untuk atap, digunakan struktur atap baja yang dilapis dengan kalsiboard.

Struktur antigempa juga ditemui pada struktur bawah. Pondasi umpak/setempat dari beton bertulang digunakan pada tiap kolom. Tidak diperlukan sloof karena tidak memakai dinding bata sehingga beban bangunan tidak berat. Lantai atas tidak seluruhnya di-dak, hanya di bawah teras, kamar mandi, dan tempat AC. Sebagian besar struktur lantai atas menggunakan balok-balok kayu berjarak 60 cm dan dilapis multipleks 2 cm.


 sumber :

No comments:

Post a Comment